• Breaking News

    Kamis, 13 Juli 2017

    Pengobatan dan Pencegahan Pterygium

    Pterygium adalah suatu penyakit mata yang ditunjukan dengan adanya pertumbuhan di lapisan luar bagian putih mata.  Pterygium Penyakit yang ditandai dengan tumbuhnya selaput di permukaan bola mata, penyakit yang termasuk lesi nonkanker ini jarang menyebabkan komplikasi berbahaya. Tetapi jika terus tumbuh dan tidak ditangani  Pterygium bisa menyebar sampai menutupi pupil mata sehingga menganggu penglihatan penderitanya.

    Gejala Pterygium
    Pada umumnya, pterygium hanyalah berupa tumbuhnya selaput pada permukaan bola mata tanpa ada keluhan lain. Namun kadang kondisi ini juga dapat disertai oleh gejala yang meliputi:
    • Mata merah.
    • Iritasi, gatal, atau perih pada mata.
    • Pandangan samar atau kabur.
    • Terasa ada yang mengganjal di mata apabila selaput pterygium tebal atau lebar.
    Konsultasikan ke dokter sebaiknya dilakukan apabila seseorang mengalami gejala-gejla tersebut.

    Penyebab pterygium
    Penyebab di balik pterygium belum diketahui secara pasti. Namun kondisi ini lebih banyak terjadi pada mereka yang sering melakukan aktivitas luar ruangan. Pajanan sinar matahari, debu, asap, serta angin diduga berpotensi meningkatkan risiko pterygium. Mata yang kering juga di duga bisa menjadi faktor pemicu.

    Diagnosis Pterygium
    Pterygium bisa dideteksi oleh dokter melalui gejala utamanya yaitu hubungan selaput tipis pada permukaan bola mata, dan dokter juga akan menjalani pemeriksaan mata dengan lebih seksama untuk memastikan kondisi pasien. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengukur kemampuan penglihatan serta memeriksa perubahan lengkungan pada kornea pasien.

    Pengobatan Pterygium
    Pengobatan Pterygium tergantung dari keadaan Pterygium sendiri, dimana pada keadaan dini tidak perlu dilakukan pengobatan. dan bila terjadi proses inflamasi dapat diberikan steroid topikal untuk menekan proses peradangan. Dan pada keadaan lanjut misalnya terjadinya gangguan penglihatan Pterygium telah menutupi media penglihatan maupun untuk alasan kosmetik maka harus diperlakukan tindakan pembedahan berupa ekstirpasi pterigium 3.

     Obat-obatan yang sering digunakan pada kasus Pterygium adalah:
    • Pemakaian obat tetes mata. Untuk membasahi permukaan okular dan untuk mengisi kerusakan pada lapisan air. Obat ini merupakanobat tetes mata topikal atau air mata penyegar, air mata artifisial ini akan memberikan pelumasan pada permukaan mata pada pasien dengan permukaan kornea yang tak teratur dan lapisan permukaan air mata yang tak teratur.
    • Salep untuk pelumas topikal. Suatu pelumas yang lebih kental pada permukaan okular. Salep mata ini untuk pelumas mata topikal (hypotears,P.M penyegar (OTC). Sediaan yang lebih kental ini akan cenderung menyebabkan kaburnya penglihatan sementara oleh karena itu bahan ini dipergunakan pada malam hari ketika pasien merasakan sakit dalam pemakaiannya.
    • Obat tetes mata anti. Untuk digunakan inflamasi pada permukaan mata dan jaringan okular lainnya. Bahan  kortikosteroid ini sangat membantu dalam penatalaksanaan pterygium dan inflamasi dengan mengurangi pembengkakan.
    Karena berpotensi menyebabkan komplikasi berupa bekas luka dan goresan pada kornea atau pandangan kabur akibat permukaan kornea yang tidak rata, dan dapat dilakukannya pengangkatan selaput Pterygiummelalui operasi.
     
    Pencegahan Pterygium
    Kondisi ini lebih banyak terjadi pada mereka yang sering melakukan aktifitas di luar ruangan. Memperkecil terpapar radiasi ultraviolet untuk mengurangi resiko berkembangnya pterygia pada individu yang mempunyai resiko lebih tinggi. Pasien di sarankan untuk menggunakan topi yang memiliki pinggiran dan sebaiknya menggunakan kaca mata untuk perlindungan dari cahaya matahari. Tindakan pencegahan ini sangat lah penting untuk pasien yang tinggal di daerah subtropis atau tropis , untuk mencegah berulangnya pterigium, sebaiknya para pekerja harus menggunakan topi dan kacamata untuk perlindungan.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Fashion

    Beauty

    Travel